GALAU
Pernah ga shieh kamu merasa galau..?
Baca dan resapi apa yang telah aku tulis ini tapi awas
bisa merusa kerja otak kiri,, kegalau an mungkin pernah dialami oleh setiap
insan, tp ceritaku ini bukan sekedar narasi dan deskripsi saja lho.... sebelum baca
lebih lanjut tutup mata anda terlebih dahulu, agar lebih aman.
Aku sadar kalau aku adalah mahasiswa baru yang mungkin
belum tau tentang apa-apa, tetapi aku sudah bisa membedakan antara yang jelek
danyang salah, Suatu ketika akan ada acara yang sangat keren di adakan di
yogyakarta,, atau kalau orang-orang sini menyebutnya dengan jogjaz,
Dan pada sisi lain aku menjadi mahasiswa baru juga kan
mengadakan acara keakraban yang mana katanya semua mahasiswa baru wajib ikut
dan wajib. Tapi aku tidak berminat dengan acara tersebut dan aku lebih
cenderung untuuk ikut ke acara jogjaz.
Sebelum acara jogjaz aku pergi kesukharjo. Aku mencari
pakaian batik yang rencananya akan aku pakai pada hari H jogjaz. Aku mencari
dan aku melewati beberapa toko dan akupun belum menemuinya,, hingga akhirnya
aku memutuskan untuk kembali ke yogyakarta,
Dan keetika diperjalanan menuju ke yogyakarta aku
menemukan sebuah toko batik, ketika itupun aku mulai memeilih warna yang sesuai
dengan warna kulit tubuhku, dan kutemukan warnanya adalah hijau,
Aku membelinya dengan harga 68 ribu rupiah dan akupun
sangat senang sekali karena aku telah menemukan pakaian yang bagus yang akan
aku kenakan pada besok pagi. Tapi setelah tiba di yogyakarta aku merasa ada
yang aneh dengan keadaan di kos ku, semua teman temanku seperti
menggunjingkanku
Ketika aku telah bersiap siap untuk berangkat ke acara
jogjaz. Dan para mahasiswa baru akan berangkat keakraban aku mendapatkan sebuah
sms yang berkata “ amal sholih bisa memberi contoh yang baik sebagai peggurus”
dan akupun berkata pada diriku, aku harus ikut yang mana..? nah disinilah aku
merasa kegalauan itu datang menerpaku. Dan kalian tau apakah keputusan yang aku
ambil,?
Aku hannya tidur didalam kamar hufsss, sungguh
membosankan bagiku..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar