Cobalah pikirkan kawan........
Kekuasaan allah swt
oleh ; abdul muis
kependidikan islam
uin sunan kalijaga
yogyakarta
oleh ; abdul muis
kependidikan islam
uin sunan kalijaga
yogyakarta
ان في خلق السموات والارض واختلف اليل والنهار والفلك التي
تجري في البحر بما ينفع الناس وما انزل الله من السماء من ماء فاحيا به الارض بعد موتها
وبث فيها من كل دابة وتصريف الريح والسحاب المسخر بين السماء والارض لايت ليقوم
يعقلون
Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah
turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah
mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan
pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh
(terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(Al Baqarah ayat 164)
Ada satu pengikut paham atheis yang tidak percaya
dengan keberadaan Tuhan yang mengatur alam semesta. Ketika itu ia sedang
menumpang pesawat terbang dalam perjalanan kesuatu tempat, ketika ia melihat ke
jendela tiba-tiba ia melihat
salah satu baling baling pesawat tersendat dan kemudian berhenti. Pesawat
berjalan oleng tidak stabil, sebagian penumpang panik dan mulai berdo’a.
Penumpang yang atheis ini terkesiap, mukanya pucat, ia berseru ” Oh my God !! “.
Nah …itulah
manusia, baru ingat Tuhan kalau terjepit dan kepepet. Secara naluri dalam lubuk
hati yang dalam sebenarnya semua orang mengakui
adanya Tuhan yang berkuasa dialam semesta. Ego, gengsi, dan nafsunyalah yang
membutakan mata hatinya sehingga tidak percaya pada kekuasaan mutlak Tuhan yang maha kuasa atas segala-galanya yang ada dimuka bumi ini.
Bagi orang yang mau menggunakan akal dan
fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar
dilaut, hujan yang tercurah dari langit, berbagai tumbuhan dan buah-buahan yang
tumbuh dibumi, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar
antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah swt
penguasa dan pencipta alam semesta ini.
Penciptaan langit. Langit adalah ciptaan Allah yang penuh dengan keindahan, keanehan, keluarbiasaan dan misteri tentunya.
Seseorang yg suka memperhatikan langit di malam maupun siang hari akan
merasakan ketakjuban yang
luar biasa terhadap keindahannya. Dan mungkin akan merasakan betapa besarnya
kekuasaan Allah. Bahkan kini manusia sudah sampai menembus angkasa
mengeksplorasi bulan dan planet lain yg dapat dicapainya. Bahkan seorang atheis
sekali pun mungkin akan merasakan getaran jiwa bahwa Tuhan itu ada. Karena
memang fitrah manusia diciptakan untuk
percaya akan adanya Tuhan.
Penciptaan bumi. Bumi kita yang indah ini sangat kaya akan
ayat-ayat Allah yang
sangat luar biasa. Bahkan sampai era teknologi seperti sekarang ini manusia
belum mampu menyibak tabir misteri semua yang ada di muka bumi ini.
Gunung-gunung menjulang tinggi lautan dan samudera terbentang luas gurun pasir
padang rumput ladang-ladang pertanian dan dataran rendah serta lain-lainnya
sangatlah berkesinambungan dan penuh hikmah dalam penciptaannya. Semua itu
Allah peruntukkan bagi manusia. Maka pantaskah kita ingkar kepada-Nya? Dan tidak
percaya dengan adanya allah swt?
Sejak zaman
primitif manusia secara naluri telah mengakui tentang adanya kekuatan yang maha
kuasa, yang maha mencipta dan menjadikan serta memelihara alam semesta. Dalam pencarian secara naluri inilah
manusia akhirnya menemukan Tuhan menurut keyakinannya masing masing. Ada yang
bertuhan pada patung, berhala, dewa,
matahari, bulan, bintang, api, air, dan lain sebagainya. Nabi Ibrahimpun dalam
pencariannya pernah menyangka bintang, bulan, matahari sebagai Tuhan, namun
karena semua itu tidak kekal akhirnya ia menemukan Allah sebagai Tuhan yang
Esa, yang maha kekal, abadi, maha kuat, dan maha perkasa serta maha pemilik alam semesta ini.
Selanjutnya
Nabi Ibrahim menyebarkan ajaran tentang Allah Tuhan yang satu, ia berseteru
dengan raja Namrudz yang menyembah patung dan berhala. Nabi Ibrahim
menghancurkan semua patung yang disembah oleh raja Namrudz, hingga ia di bakar oleh raja Namrudz, namun Allah
menyelamatkan Ibrahim sehingga tidak terbakar oleh api tersebut. Ajaran Nabi Ibrahim
diteruskan oleh anak cucunya, Ishak, Ya’kub, Yusuf yang dilanjutkan oleh Nabi Dawud dengan kitab Mazmurnya, Nabi Musa dengan kitab Tauratnya, Nabi Isa denga Injilnya dan
terakhir Nabi Muhammad dengan kitab Al Qur’annya.
Agama Tauhid yang ber-Tuhan satu adalah agama yang
pertama di bawakan oleh Nabi Ibrahim, namun dalam perjalanannya tetap saja
banyak orang yang berusaha untuk menyimpangkannya hingga muncul kepercayaan
yang menyamakan Allah dengan mahluk-Nya, beranak, punya ibu, bapak, pembantu
istimewa dan lain sebagainya.
Ajaran Islam
yang dibawakan Nabi Muhammad mengajarkan tauhid keyakinan kepada Allah yang
satu, tidak beranak dan dilahirkan sebagai anak. Dia maha Esa, maha kuasa, maha perkasa, maha mengetahui
tidak ada satupun mahluk yang menyamai dan menyerupai-Nya. Sistim yang ada
dialam semesta yang tunduk hanya pada satu aturan telah membuktikan bahwa Tuhan
yang menciptakan dan memelihara alam semesta ini hanya satu. Jika Tuhan ada dua
atau tiga niscaya sistim dialam semesta akan kacau, karena Tuhan yang satu
tidak berkenan dengan Tuhan yang lain. Tuhan-Tuhan itu tentu akan saling
mengalahkan satu dengan yang lainnya, sehingga keduanya akan binasa, demikian
pula alam semesta ini . Perhatikan firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Anbiya
ayat 22 :
لو كان فيهيما ءالهة الا اله لفسدتا فسبحن الله رب العرش
عما يصفون
Sekiranya ada di langit dan di bumi
tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha
Suci Allah yang mempunyai Arasy daripada apa yang mereka sifatkan. (Al Anbiya
ayat 22)
System di alam
semesta yang telah teratur dan tunduk hanya pada satu aturan merupakan bukti
nyata bahwa Tuhan itu hanya satu, Dia adalah Allah yang maha Esa, maha kuasa
atas segal-galanya. Jika ada Tuhan yang lain selain Allah niscaya alam semesta
akan kacau karena adanya aturan yang berbeda-beda. Masing masing Tuhan akan
membuat aturan sendiri-sendiri yang mungkin saja saling bertentangan. Tuhan
yang satu akan berusaha mengalahkan Tuhan yang lainnya, masing masing Tuhan
akan mengajak pengikutnya memerangi pengikut Tuhan yang lain. Alam semesta akan
penuh kekacauan dan kekalutan.
Nyatanya saat
ini alam semesta hanya tunduk pada satu aturan yang sangat teratur, itulah
bukti tanda kekuasaan Allah yang Esa. Dilangit, bumi dan seluruh jagat semesta
ada tanda kekuasaan dan keesaan Allah bagi orang yang mau menggunakan akal dan
fikirannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar