Jumat, 10 Februari 2012

pesawat keimanan


بسم الله الر حمن الر حيم
Pesawat keimanan
Oleh ; abdul muis
Ini adalah kisah seseorang yang iman kepada allah swt dan nabi muhammad saw. kisah ini berawal tentang orang yang tengah akan melaksanakan perjalanan jauh dari pulau sumatra menuju ke pulau sulawesi, karena ada sebuah tugas yang harus dikerjakannya disulawesi, yang mana perjalanan yang ditempuh apabila menggunakan alat transportasi laut membutuhkan waktu yang cukup lama,
Sebut saja nama dari orang yang tengah melaksanakan tugas itu adalah muhammad khirudin, dia adalah seorang yang bisa dibilang tekun dalam melaksanakan ibadah kepada allah swt, serta patuh kepada kedua orang tuanya, juga bisa bilang tekun serta rajin dalam melaksanakan pekerjaannya, suatu ketika dia mendapatkan tugas dari atasannya untuk melakukan penelitian dicabang kantor yang ada disulawesi, dia segera memesan tiket pesawat untuk menuju kesulawesi dan diapun mendapatkan tiket yang akan berangkat jam 15;00 wib.
Setelah dia berpamitan dengan kedua orang tuanya dan sanak familynya, dia segera menuju ke bandara dan di antarkan oleh sang isteri tercinta, sang isteripun berpesan kepada udin agar jangan lupa mengerjakan ibadah kepada allah swt, karena allah lah yang telah memberikan kesuksessan yang didapatnya saat ini.
Dan udin langsung menuju masuk kepesawat yang akan di naikinya, dan dia baru kali ini naik pesawat, setelah semua penumpang naik dan menggenakan sabuk pengaman pesawatpun lepas landas, setelah beberapa menit udin berada didalam pesawat dia melihat jam tanggannya yang telah menunjukan pukul 15;40 wib, dan teringgat akan pesan dari sang isteri tercinta, yang bertanda telah tiba waktu untuk melaksanakan sholat as-shar.
Kemudian  udinpun menuju kekamar kecil dan inggin menggambil air wudlu,  dia melihat tidak ada tempat wudlu, yang ada hannyalah fostafel yang digunakan untuk mencuci tanngan, kemudian ketika tenggah menggambil air wudlu, datanglah seorang peramugari denggan wajah yang agak marah karena melihat udin yang sedang menggambil air wudlu mencuci kakinya difostafel, yan seharusnya digunakan untuk mencuci tanggan.
Terjadilah percakapan antara peramugari dengan udin ;
Peramugari : ma’af pak itu bukan tempat untuk mencuci kaki tetapi untuk mencuci tanggan.
(dengan nada yang agak kasar dan kurang sopan)
Udin : ma’af mbak, saya ingin tannya.? Berapa banyak mbak mencuci tanggan dalam sehari.?
peramugari : saya 2X sehari.
udin : berarti lebih bersih kaki saya yang saya basuh dalam sehari lebih dari 5X, setiap saya akan melaksanakan ibadah kepada allah swt. (serta menasehati tentang agama kepada peramugai)
                Pada saat itupun peramugari tersebut langsung tersentuh hatinya dan terdiam, kemudia peramugari tersebut berterimakasih kepada udin karena telah memberikan tausyiah kepadanya. Dan seketika itupun peramugari tersebut ikut melaksanakan sholat dengan cara mutawatir (sendii-sendiri).
Itulah sedikit cerita dari saya jika artikel saya ini tidak dimuat saya juga tidak keberatan, dan apabila atikel saya ini dimuat saya berterima kasih kepada  anda, semoga bisa di ambil hikmahnya,
Calon guru
abdul muis
mahasiswa uin sunan kalijaga
fakultas tarbiyah
Nb; apabila artikel ini dimuat tlong konfirmasi saya akan di muat tanggal berpa..
                sedikit saran kalau bisa di bagian depan di berikan afal bissmillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar