Rabu, 22 Mei 2013

PERKEMBANGAN PADA MASA ANAK-ANAK


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PADA MASA ANAK ANAK AWAL

Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas mata kuliah Pengembangan Psikologi Dosen Pengampu : Dra. Nadlifah M.pd




Disusun oleh:
Abdul Muis 
(11470019)

UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
KEPENDIDIKAN ISLAM
2012


BAB I

PENDAHULUANA

A.    Latar Belakang Masalah

 Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan dalam wujud yang paling sempurna, Karena manusia dikaruniai dengan akal pikiran dan hawa nafsu, berbeda halnya dengan binatang yang hanya dikaruniai hawa  nafsu.  Dengan  akal pikirannya, manusia dapat mengontrol hawa nafsu yang ia miliki dan dapat menggunakannya untuk memikirkan banyak hal baik tentang agamanya,tentang alam, tentang kehidupan manusia, hingga manusia mampu menciptakan teknologi yang canggih. Semua itu dapat dijadikan sarana untuk mensyukuri apa yang telah Tuhan ciptakan untuk manusia.

Dengan akal pikirannya, manusia juga dapat menelusuri berbagai ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupannya. Banyak sekali ilmu pengetahuan yang telah ditemukan oleh manusia diantaranya adalah ilmu tentang psikologi perkembangan. Ilmu ini telah banyak dipelajari orang sejak ilmu ini mulai ditemukan hingga sekarang, terutama bagi siswa dan mahasiswa. Berbicara mengenai perkembangan, dalam makalah ini akan dibahas mengenai psikologi perkembangan anak. Psikologi merupakan ilmu tentang jiwa maka dalam makalah ini yang akan dibahas adalah mengenai perkembangan jiwa seorang anak.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dan maksud dari perkembangan?

2.      Apa kaitan antara psikologi dan perkembangan?

3.      Bagaimana perkembangan seorang anak dari segi psikologi?

4.      Apa implikasi dalam dunia pendidikan?

C.     Tujuan
           makalh ini dibuat untuk mememenuhi tugas mata kuliah pesikologi pengembangan mungkin dengan adanya makalah ini pembaca dapat memahami seberapa besar perkembngan yang dihadapi pada masa kanak kanak awal yang akan kami jelaskan dalam makalah ini


BAB II

PEMBAHASANA


A.    Pengertian Perkembangan

Perkembangan adalah suatu psoses perubahan yaitu perubahan dari suatu keadaan menjadi keadaan yang lain, dan ini terjadi pada diri seseorang secara terus-menerus sepanjang hayatnya.

Dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli Masing-masimg mengemukakan konsepsi tersendiri, berdasarkan latar belakang keahlian khusus, juga dipengaruhi oleh variasi aliran psikologi yang mereka ikuti.[1]

B.     Korelasi antara Psikologi dan Perkembangan

Psikologi berasal dari kata  psyche yakni jiwa dan logos adalah ilmu pengetahuan. Mengingat jiwa seseorang dapat dipelajari, diselidiki melalui perilakunya,  maka psikologi sering dikatakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia.

Sedang dalam pembicaraan sehari-hari, kataperkembangansangat popular dipergunakan orang, Misalnya perkembangan agama, perkembangan politik, perkembangan ekonomi, perkembangan sosial, perkembangan budaya dan lain-lain.  Orangpun biasanya paham dengan apa yang dimaksudkan oleh istilah-istilah tadi. Tetapi tidak demikian halnya ketika ia dipakai dalam konteks kajian ilmu jiwa yang tengah kita bicarakan ini. Berbeda dengan istilah-istilah sebelumnya, istilah ilmu jiwa perkembangan atau yang lebih dikenal dengan psikologi perkembangan jarang sekali dibicarakan secara khusus dalam sejumlah karya tulis. Dalam psikologi perkembangan, selain membahas aspek psikis akan dibahas pula segi fisik seseorang. Disini perlu diingat bahwa keadaan–tingkah laku fisik seseorang tidak lain merupakan perwujudan atau berkaitan erat dengan kondisi dan tingkah laku psikisnya.

Karena itu, mempelajari jiwa seseorang akan terasa pincang bila tidak disertai dengan mengenal  keadaan  raganya. Setiap makhluk hidup itu pada dasarnya selalu dalam keadaan berubah, dari suatu keadaan menjadi keadaan yang lain. Dan ini berlangsung sepanjang waktu, selama hayat masih dikandung badan. Jadi dapat diambil kesimpulan maksud dari psikologi perkembangan adalah ilmu yang membicarakan perihal keadaan dan tingkah laku manusia yang berada dalam masa perkembangan.

C.    Perkembangan Bahasa Anak dari Segi Psikologi

Menurut Piaget dan Vygotsky (dalam Tarigan, 1988), tahap-tahap perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut:

Usia Tahap Perkembangan Bahasa
0,0-0,5 Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama
0,5-1,0 Tahap Meraban (Pralinguistik) Kedua: Kata nonsense
1,0-2,0 Tahap Linguistik I: Holofrastik;Kalimat Satu Kata
2,0-3,0 Tahap Lingistik II: Kalimat Dua Kata
3,0-4,0 Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa
4,0-5,0 Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Pra-Dewasa
5,0- Tahap Linguistik V: Kompetensi Penuh

D. Perkembangan Sosial Anak dari Segi Psikologi

            Prilaku sosial terlihat apabila anak menunjukan empati atau alturisme. Anak-anak prasekolah sering menunjukan perilaku agresif unuk mempertahankan mainannya, sebagai pendidik penting memberikan prilaku sosial kepada anakanak tersebut. Salah satu kunci penting untuk memahami orang lain adalah kemampuan untuk memprediksi dan menjelaskan prilaku seseorang untuk menjelaskan prilaku orang dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Dengan bermain sosidarma, pendidik dapat mengajarkan anak-anak untuk mencoba berpikir dari sudut pandang orang lain, yang tidak semata-mata dari sudut pandang sendiri.[2]

E. Perkembangan Kepribadian Anak dari Segi Psikologi

            Pada saat berinteraksi dengan orang lain, anak-anak mengembangkan tentang dirinya atau sering disebut kepribadian diri. Bila anak diminta untuk mengembangkan diri, mereka cendrung mengunakan tanda-tanda fisik sevbagai acuan. Misalnya saya seorang anak perempuan rambut saya panjang, dan sebagainya. Tetapi pada saat-saat ini anak juga makin sadar tentang dirinya atau kepribadiannya, yang isinya pikiran-pikiran pribadi dan imajenasi tentang diri mereka sendiri.

            Berkaitan dengan kepribadian, anak akan mengembangkan self-esteem (penghargaan diri), yaitu perasaan tentang seberapa diri mewreka berharga, meliputi bidang prestasi akademik, keterampilan sosial, dan penampilan fisik mereka. Anak-anak dengan self-esteen positif biasanya lebih percaya diri, vberprestasi mandiri dan ramah, sedangkan anak dengan self-esteen negatif digambarkan sebagai anak yang ragu-ragu, tergantung, tidak mampu dan menarik diri.[3]
 
F. Implikasi Dalam Dunia Pendidikan

            Tugas pendidik atau orang dewasa adalah membantu anak untuk mengembangkan perasaan diri yang realistik dan seimbang tentang diri meraka, hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan stimulus yang baik kepada anak jangan sampai seorang anak diberikan rangsangan ataupun stimulus yang kurang baik dan nantinya akan menjadikan kepribadian dari seorang anak tersebut bisa kurang baik.

            Pemberian pendidikan kepada anak bisa dimulai dari semenjak ibu mengandung dan terus berlangsung sampai bayi dilahirkan kedunia, tidak cukup sampai disitu saja seorang pendidik harus lebih keras mengajarkan pendidikan kepada anaknya disaat anak sudah terlahir kedunia bisa diajari dengan lagu atau nyanyian anak-anak tapi dalam memperdengarkan nyanyian anak- anak juga orang tua harus berhati-hati karena tidak semua nyanyian anak-anak itu baik karena terkadang ada nyanyian anak-anak yang kurang baik dan akhirnya membentuk kepribadian anak kurang baik pula.
Contohnya dari lagu yang kurang baik diajarkan kepada anak yang nantinya akan membentuk kepribadian anak menjadi kurang baik adalah lagu sikancil anak nakal suka mencuri ketimu ayo lekas dikurung jangan diberi ampun dan itu akan membentuk karakter anak jika mereka sudah dewasa nantinya pasti jika ada pencuri akan dipukuli sampai babak belur dan tidak diberi ampun yang seharusnya dibawa ke pihak yang berwajib. Adapula lagu yang sangat membekas dibenak kita yaitu mungkin lagu naik kereta pai kebandung surabaya bolehlah naik dengan percuma dan alhasil para penemar sepak bola pendukung dari tim surabaya yaitu bonek mania secara tidak langsung mempraktikan lagu tersebut sampai bandung dan surabaya mereka naik dengan gratis.

Tujuan dari pendidikan bukan hanya sekedar mentrasfer ilmu, membuat anak pandai menghafal, menulis, dan pandai membaca melainkan juga harus ada perubahan tingkah laku anak menjadi lebih baik.olek karena itu didalam mendidik anak orang tua ataupun pendidik harus jeli jangan menambah materi jika anak belum tentu pandai benar dengan matei yang telah disampaikan.  Selain itu seorang guru harus memiliki kepribadian yanag luhur dan mulian agar bisa menjadi teladan dari para muridnya.

Karena guru adalah pihak kedua yang banyak bernteraksi dengan anak setelah orang tua, guru sangat berpengaruh dalam perkembangan seorang anak, terlabih lagi sebagai mahluk sosial seorang anak memiliki kecendrungan untuk mencontoh perilaku yang dilihatnya, terkadang seorang anank mengucapkan kata yang mungkin dia kurang mengerti dari kata yang dia ucapkan karena dia hanya menirunya saja.

BAB II
PENUTUP

Dari uraian makalah diatas dapat diambil simpulan:
ü  Perkembangan merupakan suatu proses perubahan dari suatu kadaan menjadi keadaan lain. Setiap makhlik hidup pasti mengelami perkembangan selamahayat masih dikandung badan.
ü  Psikologi merupakan ilmu jiwa yang membahas tingkah laku manusia, dan perkembangan merupakan proses berubah dari suatu keadaan menjadi keadaanyang lain, dan ini berlangsung sepanjang waktu. Jadi psikologi perkembangan merupakan suatu ilmu yang membicarakan perihal keadaan dan tingkah lakumanusia yang berada dalam masa perkembangan.
ü  Perkembangan seorang anak dilihat dari segi psikologi meliputi perkembangan psikis yang seiring dengan perkembangan fisiknya, adapun fase perkembangannya dibagi dalam 3 fase yaitu:  masa balita, pra sekolah, masa  anak sekolah,  masa pra remaja.
 
  
DAFTAR PUSTAKA

1.      Bawahi, Imam. Pengantar Ilmu Jiwa Perkembangan PT. Bina Ilmu. Surabaya: 1985.
2.      Gunarsa, Singgih dan Yulia Singgih D. Gunarsa. Psikologi Praktis: Anak, Remajadan Keluarga. PT BPK Gunung Mulia. Jakarta: 1991.
3.      Zulkifli. Psikologi Perkembangan. PT RosdaKarya. Bandung: 1995.
4.      Rita Eka Izzaty, dkk. Perkembangan peserta didik. yogyakarta: UNY Press: 2008



[1] Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Dra. Ny. Yulia Singgih D. Gunarsa, Psikologi Praktis Anak, Remaja dan Keluarg,. (PT BPK Gunung Mulia, Jakarta: 1991), hlm. 1
[2] Rita Eka Izzaty, dkk. Perkembangan peserta didik (yogyakarta: UNY Press/2008) hlm 95
[3] Rita Eka Izzaty, dkk. Perkembangan peserta didik (yogyakarta: UNY Press/2008) hlm 54

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar